4 Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang Berhasil Diringkus Sat Reskrim Polrestabes Surabaya

0

SURABAYA, Mediaexpresnes.co.id – Berdasrkan laporan Polisi No: LP/A/ 1094 /X/2018 /SPKT /Jatim/Restabes Sby, Tanggal 03 Oktober 2018, Sat Reskrim Polrestabes Surabaya berhasil bekuk 4 (empat) tersangka tindak pidana kasus perdagangan orang, Selasa (09/10/2018).

Keempat pelaku diantaranya LA alias Ica, Perempuan, 22 Tahun, Islam, Alamat : Jalan Bulak Rukem No 31 Surabaya; AP, Laki-laki, 29 Tahun, Islam, Alamat : Jalan Sawunggaling Jemundo Sidoarjo; KS, Perempuan, 66 Tahun, Bidan (Pensiunan), Alamat : BR Lambing Badung Bali; dan NS, Perempuan, 36 Tahun, (ibu rmh tangga), Alamat : BR Sangging Badung Bali (Istri).

Kapolrestabbes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, SIK, SH, MH melalui Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menjelaskan kejadian berawal saat tersangka satu terbelit hutang dan pembayaran arisan online, kemudian tersangka satu membuka Instagram di TKP dan mendapatkan penawaran yang diunggah oleh tersangka dua, tersangka satu tertarik kemudian terjadilah komunikasi dan selanjutnya bertemu, tersangka satu memiliki 3 anak dan anak yang ke 3 (korban) dibawa Bersama-sama ke bali bertemu perantara tersangka tiga (bidan) yang sebelumnya sudah dihubungi oleh tersangka dua, sesampainya di Bali, tersangka tiga mempertemukan dengan tersangka empat, selanjutnya tersangka satu disuruh membuat surat pernyataan oleh tersangka tiga yang intinya anak tersebut setuju diadopsi oleh tersangka empat, setelah itu tersangka empat menyerahkan uang Rp.15.000.000,- (lima belas juta rupiah) kepada tersangka tiga untuk diserahkan kepada tersangka satu, dan selanjutnya tersangka tiga menyerahkan uang Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) kepada tersangka dua akan tetapi yang Rp.500.000,- (lima ratus ribu) diminta oleh tersangka tiga, kemudian tanpa sepengetahuan tersangka satu dan dua, tersangka tiga menerima uang Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) dari tersangka empat, Setelah transaksi sudah selesai, korban langsung dibawa oleh tersangka empat, jelasnnya.

Selanjutnya, Tersangka satu membawa uang Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) hasil penjualan korban, tersangka dua menerima hasil Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) dan tersangka tiga menerima hasil Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).

Selanjutnya, Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan tersangka di Jalan Bulak Rukem Timur No. 31 Surabaya serta barang buktinya diantaranya Surat pernyataan adopsi; 1 (satu) unit HP merk samsung yg berisi ttg insagram Penawaran Penjualan bayi; 1 (satu) unit HP merk vivo yg berisi bercakapan via WA dengan para tersangka; Sejumlah uang Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) hasil perantara penjualan bayi; Sejumlah uang Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) hasil perantara penjualan bayi; Surat keterangan lahir dari bidan; dan Kartu susunan keluarga adopter.

Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan Pasal 83 UURI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UURI No.23 Tahun 2003 Tentang Perlindungan anak, Pasal 76E UU berbunyi “Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul dan Pasal 82 ayat (1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) dan ayat (2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(Manurung)

Leave A Reply

Your email address will not be published.